Setelah Lulus Wisuda



Setelah Lulus Wisuda - Hi... apa yang terlintas dipikiran mu saat tahu bahwa dirimu adalah seorang yang baru saja di wisuda? Ya, sebagian orang mungkin akan berpikir bahwa dirinya akan menghadapi masa-masa mencari pekerjaan atau istilah yang tidak enak didengar adalah masa pengangguran. Yup, istilah itu lah yang akhirnya membuat saya menulis lagi di blog ini.

Siang tadi saya sedang sms-an dengan teman saya yang sudah bekerja di Jakarta sejak bulan lalu. Ia telah lulus sekitar setahun yang lalu. Topik sms yang dibahas pun seputar pekerjaan. Saya bertanya kepadanya terkait bagaimana dia mendapatkan kerja di sana dan apakah yang ia lakukan selama masa pengangguran itu. Sontak saya kaget ketika membaca balasan sms darinya yang sepertinya tidak setuju dengan perkataan saya itu. Mungkin memang perkataan saya salah terkait "masa pengangguran" karena nyatanya bagi dia bukanlah seorang pengangguran selagi dirinya mengerjakan sesuatu di rumah yang bisa dikerjakan. Dirinya juga sempat bekerja pada perusahaan saudaranya dan tetap mengisi waktu liburannya untuk mencari pekerjaan yang dia inginkan.

Jika saya berada pada posisinya saat itu, saya juga akan melakukan hal yang sama karena bekerja sesuai passion akan mendapatkan hasil yang maksimal. Namun, terkadang takdir berkata lain :)

Kembali ke istilah masa pengangguran tadi, sekali lagi saya yang salah, maaf untuk teman saya ini jika dirinya merasa tersinggung. Namun, jujur saya pribadi juga kaget saat dikatakan "rejeki seseorang beda-beda, so dont be underestimate". Tidak ada sepatah kata pun dari saya yang meremehkan rejeki seseorang di sms itu. Saya mencoba untuk menghubungi dia melalui sms barangkali dirinya dapat sharing atau berbagi pengalaman saat ia mencari pekerjaan pada masa-masa itu hingga kini ia kerja di perusahaan BUMN di Jakarta. Sungguh luar biasa teman saya ini akhirnya mendapatkan pekerjaan sesuai bidangnya, yang ia inginkan.

Begitu pun dengan saya, saya percaya akan takdir seseorang yang berbeda-beda. Saya yakin Alloh memberikan jalan masing-masing bagi mereka. Namun, sebagai manusia di masa-masa seperti ini tentu saya terkadang optimis dan merasa khawatir dengan masa depan saya ini. Saya lulus dari akhir April 2015 dan baru wisuda tanggal 11 Juni 2015 kemarin. Sudah banyak lamaran kerjaan yang saya kirimkan entah itu melalui email, web online, ataupun melalui job fair. Ada beberapa panggilan dari lamaran itu. Saya coba mengikuti tes nya, ada yang tidak lolos dan ada juga yang lolos ke tahap selanjutnya, namun tidak bisa saya lanjutkan karena berpapasan mendekati persiapan wisuda. Ada juga beberapa panggilan hingga sekitar 4 - 5 panggilan tes, tapi saya tidak bisa menghadirinya karena mendekati wisuda. Sangat disayangkan, tapi mau bagaimana lagi. Saya coba minta direschedule pun kemungkinan kecil.

Setengah bulan dari wisuda, kini saya sedang melamar dan apply ke beberapa perusahaan. Tidak ada yang tahu masa depan seperti apa, saya yakin kalau usaha insya alloh ada hasilnya. Pada masa-masa ini yang terpikirkan di benak saya adalah ingin membanggakan orang tua, bahwa diri ini yang sudah sarjana segera mendapatkan pekerjaan. Semoga Alloh memberikan jalan dan kemudahan kepada saya agar dapat segera mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Aamiin.
Read More

Pengalaman Nulis Opini Dimuat di Koran

Pengalaman Nulis Opini Dimuat di Koran - Bagi Anda yang sudah biasa menulis tentu judul tersebut adalah sesuatu yang biasa. Orang yang sering menulis, mungkin banyak dari mereka pernah mencoba mengirim tulisan berbentuk opini di koran. Saya saja sebagai seorang blogger terkadang panas-dingin menulis postingan di blog, apalagi untuk menulis opini di koran tentu akan sangat susah. Namun, saya akan relaks sedikit kali ini, berbagi cerita dan pengalaman saya menulis opini di koran.

Sebagai mahasiswa komunikasi, menulis adalah sesuatu yang harus bisa dilakukan. Apalagi memang jurusan ini sangat erat sekali dengan jurnalistik. Nah, di semester 4 ini saya mengambil mata kuliah Jurnalistik Media Cetak. Dosen saya Pak Chusmeru memberikan tugas untuk menulis opini dan dicoba untuk dikirim ke koran, salah satunya adalah koran di Banyumas yaitu Satelit Post.

Saya masih bingung harus menulis apa untuk tugas opini ini, karena terkadang menulis postingan di blog saja semaunya, kalau dipaksa-paksa pun sangat susah. Tapi, saya rasa tidak ada salahnya mencoba menulis walaupun dipaksakan, dan itu saya rasa efektif. Tulisan saya akhirnya dimuat di koran Satelit Post. Tulisan opini ini saya beri judul Pancasila Hanya Tinggal Nama. Karena smengingat tanggal 1 Juni kemarin adalah hari kelahiran Pancasila.

Ini pertama kalinya tulisan saya bisa dibaca dan disebarluaskan kepada orang banyak secara serentak. Saya tidak menyangka, padahal pada awalnya tulisan opini saya ini mungkin masih banyak ejaan yang salah, atau bahkan kalimat yang satu dengan yang lainnya ada yang kurang nyambung. Saya anggap ini sebagai awalan agar saya semakin serius dalam menulis.
Read More

Persiapan Ujian Tengah Semester (SKS)

Persiapan Ujian Tengah Semester (SKS) - Jika postingan sebelumnya persiapan UTS yang memang benar-benar dipersiapkan, nah bagaimana nih jika kamu tidak sempat mempersiapkan diri sebelum UTS datang? Bukan hal aneh lagi bagi mahasiswa, pasti yang dilakukan adalah SKS alias sistem kebut semalam. Entah selama 7 minggu itu mereka terlalu sibuk mengerjakan tugas, sibuk UKM, atau mungkin sibuk lupa kuliah? Hehehe.

Nah, pengalaman pribadi saya tengah semester IV ini sampai selama 7 minggu saya tidak sempat mereview ulang catatan atau bahkan membaca-baca buku yang sudah dibeli. Hampir setiap minggu tugas kuliah dari 8 mata kuliah selalu ada. Bahkan, dari 7 minggu itu saya hitung tugas tengah semester ini sudah lebih dari 25 tugas. Amazing memang semester ini.

Apa yang bisa dilakukan dengan SKS ?
Siapkan catatan
Jika kamu memang rajin nulis, setidaknya ada catatan yang bisa dibaca sebelum uts datang. Kumpulkan catatan dan cek kembali apakah ada materi yang kurang.

Fotocopy catatan teman
Bagi kamu yang jarang menulis saat kuliah dan lebih senang memperhatikan dosen mengajar, sangat dianjurkan kamu memfotocopy seluruh catatan teman yang rajin dan mempunyai tulisan rapi. Ini adalah modal yang paling berharga buat kamu yang mau UTS dengan sistem kebut semalam.

Belajar bareng

Jika kamu anak sosial dan materi yang akan diujiankan itu bukanlah textbook, sebaiknya kamu mengikuti belajar bareng teman. Tidak ada salahnya memanfaatkan waktu yang sedikit untuk belajar dan sharing bersama teman. Hal ini membuat kamu memudahkan memahami materi yang sifatnya non textbook.

Schedule
Waktu yang sedikit membuat kamu semakin tegang dan tertekan (mungkin) menghadapi UTS. Perlu penjadwalan khusus, hitung waktu untuk belajar bab ini, bab itu, atau mungkin hitung waktu untuk kegiatan lainnya. Targetkan kamu selesai membaca semua bab itu kapan.

Berdoa
Hal yang paling menakjubkan dan diwajibkan bagi semua umat adalah berdoa. Sebuah usaha tidak akan berhasil tanpa berdoa. Minta doa kepada orang tua, orang tua akan senang dan tulus mendoakan kamu ketika kamu akan ujian.

Thats it. Itulah salah satu ttrik menjelang UTS saya, salah satu pengalaman pribadi dari postingan ini dan postingan sebelumnya. Semoga bermanfaat. :D
Read More